Makkiyah dan madaniyyah





MAKALAH
STUDI AL-QUR’AN DAN AL-HADITS
“Makkiyah Dan Madaniyyah”


Dosen Pengampu
 Dodi Harianto M.Pd





 





                                                                         Kelompok III :

          1.        Suparman                       (203180110)
          2.        Trianingsih                    (203180054)
          3.        Toha Aliyudin               (203180042)
          4.        Widya Ambarestu         (203180129)









               MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
              FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
              UIN SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI
             2018












KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah Subhanahu Wata’ala karena dengan rahmat serta hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “makkiyah dan madaniyyah” ini tanpa ada halangan apapun. Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Dan juga kami ucapkan terimakasih kepada Bapak Dodi Harianto selaku Dosen di mata kuliah Studi Al-Qur’an dan Al-Hadits UIN STS Jambi.

Terimakasih juga kepada teman – teman 1 D Manajemen Pendidikan Islam yang telah memberi motivasi kepada kami selaku penulis. Dan tidak lupa terimakasih juga kepada semua pihak yang terlibat dalam pembuatan makalah ini.

Kami selaku penulis sudah berusaha semaksimal mungkin akan tetapi jika ada salah kata maupun salah dalam penulisan mohon dimaafkan yang sebesar – besarnya. Kami pun menyadari tidak ada yang sempurna dalam karya manusia maka dari itu diharapkan kritik dan sarannya kepada teman-teman guna memperoleh hasil yang lebih baik kedepannya.


Jambi, oktober 2018

penulis












DAFTAR ISI

Kata Pengantar.................................................................................................................... i
Daftar isi............................................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................................... 1
A. Latar Belakang................................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah.............................................................................................. 1
C. Tujuan Pembahasan............................................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN..................................................................................................... 2
A. Pengertian Makkiyah dan Madaniyyah ............................................................ 2
B. Penentuan Ayat Makkiyah dan Madaniyyah..................................................... 2
C. Klarifikasi Ayat Makkiyah dan Madaniyyah..................................................... 3
D.  Faedah Mengetahui Makkiyah dan Madaniyyah.............................................. 5
BAB III PENUTUP.............................................................................................................. 6
A.    Kesimpulan....................................................................................................... 6
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................................... 7















BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Al-qur`an di turunkan untuk memberi petunjuk kepada manusia ke arah tujuan yang terang dan jalan yang lurus dengan menegakkan asas kehidupan yang di dasarkan pada keimanan kepada Allah SWT dan risalah-risalah-Nya. Dimana tempat turunnya al-Qur’an itu berbeda sehingga hal itu menyebabkan kita membedakan Al-Qur’an dari segi tempat turunnya. Seperti yang kita ketahui, Al-Qur’an berdasarkan tempat turunnya itu dibedakan menjadi 2, yakni Makkiyah dan Madaniyyah.

Orang yang membaca al-Qur’anul Karim akan melihat bahwa ayat-ayat Makkiyah mengandung karakteristik yang tidak ada dalam ayat-ayat Madaniyah, baik dalam irama maupun maknanya; sekalipun yang kedua ini didasarkan pada yang pertama dalam hokum-hukum dan perundang-undangannya.


B.  Rumusan Masalah

1.     Apa pengertian dan perbedaan Makiyyah dan Madaniyah?
2.     Apa faedah mempelajari Maikkkyah dan Madaniyah?
3.     Apa klasifikasi Makiyyah dan Madaniyah ?


C.    Tujuan Pembahasan

1.     Dapat menjelaskan pengertian makiyyah dan madaniyah
2.     Dapat mengetahui faedah, klasofikikasi makiyyah dan madaniyah
3.     Dapat mengklarifikasi dari makiyyah dan madaniyyah














BAB II

PEMBAHASAN

A.    Pengertian Makkiyah dan Madaniyyah

Ilmu Makki dan Madani ialah ilmu yang membahas bagian-bagian dari pada Al-Qur'an Makki dan Madani, baik dari segi makna, cara mengetahui tanda masing-masing, maupun macam-macamnya.
Kata al-makki berasal dari kata “Mekkah” dan al-madani berasal dari kata “Madinah”. Kedua kata tersebut telah dimasuki “ya’” nisbah sehingga menjadi al-makkiy atau al-makkiyah dan al-madaniy atau al-madaniyah. Secara harfiah, al-makki atau al-makkiyah berarti “yang bersifat Mekkah” atau “yang berasal dari Mekkah”, sedangkan al-madaniy atau al-madaniyah berarti “yang bersifat Madinah” atau “yang berasal dari Madinah”. Maka ayat atau surah yang turun di Mekkah disebut dengan al-makkiyah dan yang diturunkan di Madinah disebut dengan al-madaniyah.
Secara istilah al-makki wa al-madani berarti “suatu ilmu yang membahas tentang tempat dan periode turunnya surah atau ayat Al-qur’an, baik Mekkah ataupun Madinah”. Ayat atau surah yang turun pada periode Mekkah disebut dengan ayat/surah makkiyah dan ayat/surah yang turun pada periode Madinah disebut dengan ayat madaniyah.


B.    Penentuan Ayat Makkiyah dan Madaniyyah

Ilmu al-makkiyah dan al-madaniyyah termasuk dalam kategori ilmu riwayah. Justru itu, ia tidak akan dapat dikuasai dan diketahui kecuali melalui riwayat dari sahabat. Karena hanya merekalah yang menyaksikan turunnya ayat-ayat Alqur;an kepada Nabi, dalam suasana, tempat, dan masa tertentu. Atau boleh juga melalui riwayat tabi’n yang mereka terima dari sahabat.
Ada dua cara yang dapat digunakan untuk mengetahui ayat al-makkiyah dan al-madaniyyah, yaitu sima’i dan qiyasi(analogi). Yang pertama adalah berdasarkan penjelasan para sahabat secara langsung. Hal ini dapat diketahui melalui riwayat yang telah ditulis oleh para ahli hadits, seperti al-kuttub as-sittah. Dan yang terkhir adalah dengan cara membandingkan tanda-tanda al-makki atau al-madani  dengan struktur ayat yang terdapat dalam surah.
Dalam hal qiyasi ini, para ulama telah membuat tanda atau cirri-ciri masing-masing keduanya yang dapat dijadikan standar untuk menentukan makkiyah atau madaniyah-nya suatu surah/ayat.




Ciri-ciri ayat makkiyah, adalah:

1.     Ayat dan Surahnya pendek dan susunannya jelas
2.     Banyak bersajak
3.     Banyak qasam, tasybih, dan amtsal.
4.     Gaya bahasa al-makkiyah jarang bersifat konkret dan realistis materialis,    terutama ketika berbincang tentang kiamat.
5.     Setiap surah yang mengandung lafal kalla termasuk al-makkiyah. Kata kalla dalam Alqur’an terulang 33 kali dalam 15 surah.
6.     Setiap surah yang mengandung ya ayyuhan nas dan tidak mengandung
ya ayyuhal ladzina amanu.
7.     Ajakan kepada tauhid dan beribadah hanya kepada Allah, pembuktian mengenai risalah, kebangkitan dan hari pembalasan, hari kiamat dan kengeriannya, neraka dan siksaannya, surag dan nikmatnya, argumentasi terhadap orang musyrik dengan menggunakan bukti-bukti rasional dan ayat-ayat kauniyah.
8.     Peletakkan dasar-dasar umum bagi perundang-undangan dan akhlak mulia yang menjadi dasar terbentuknya suatu masyarakat; dan penyingkapan dosa orang musyrik dalam penumpahan darah, memakan harta anak yatim secara dzalim, penguburan hidup-hidup bayi perempuan


Ciri-ciri ayat madaniyyah adalah:

1.     Setiap surah yang berisi kewajiban atau had adalah madani.
2.     Setiap surah yang didalamnya disebutkan orang-orang munafik adalah madani, kecuali al-ankabut adalah makki.
3.      Setiap surah yang didalamnya terdapat dialog dengan ahli kitab adalah madani.
4.     Menjelaskan ibadah, muamalah, had/sanksi, kekeluargaan, warisan, jihad,  hubungan social, hubungan internasional, baik diwaktu damai maupun perang , kaidah hokum, dan masalah perundang-undangan.
5.     Seruan terhadap ahli kitab dari kalangan yahudi dan nasrani,  dan ajakan kepada mereka untuk masuk Islam, penjelasan mengenai penyimpangan mereka terhadap kitab-kitab Allah, permusuhan mereka terhadap kebenaran dan perselisihan mereka setelah ilmu datang kepada mereka karena rasa dengki daintara sesama mereka.


C.    Klarifikasi ayat makkiyah dan madaniyyah

Para Ulama begitu tertarik untuk menyelidiki surah-sursh Makki dan Madani. Mereka meneliti Qur’an ayat demi ayat dan surah demi surah untuk ditertibkan sesuai dengan nuzulnya, dengan memperhatikan waktu, tempat dan pola kalimat.
Yang terpenting dalam pengklasifikasian Makki dan Madani, yang dipelajari para ulama dalam pembahasan ini  adalah :
1.     Yang diturunkan dimadinah :
Terdapat dua puluh surat madaniyyah yakni al-baqarah, ali imran, an-nisa’, al-maidah, al-anfal, at-taubah, an-nur, al-ahzab, Muhammad, al-Fath, al-Hujurat, al-Hadid, al-Mujadalah, al-Hasyr, al-Mumthanah, al-Jumu’ah, al-Munafiqun, at-Talaq, at-Tahrim, dan an-Nasr.
2.     Yang diperselisihkan:
Sedang yang masih diperselisihkan ada dua belas surah, yakni al-Fathihah, ar-Ra’d, ar-Rahman, as-Saff, at-Taghabun, at-Tatfif, al-Qadar, al-Bayyinah, az-Zalzalah, al-Ikhlas, al-Falaq, dan an-Nas.
3.     Yang diturunkan di Mekkah:
Ada 82 surat sisanya, jadi jumlah surat-surat Qur’an itu semuanya seratus empat belas surat.
4.     Ayat-ayat Makkiyah dalam Surat-surat Madaniyyah:
Dengan menamakan sebuah surat itu Makkiyah atau Madaniyyah tidak berarti surah tersebut seluruhnya Makkiyah atau Madaniyyah, sebab di dalam surat Makkiyah terkadang terdapat ayat-ayat Madaniyyah, dan di dalam surat Madaniyyah pun terdapat ayat-ayat Makkiyah. Dengan demikian penamaan surat itu Makkiyah atau Madaniyyah adalah menurut sebagian besar ayat-ayat yang terkandung didalamnya.
Diantara sekian contoh ayat-ayat Makkiyah dalam surat Madaniyyah ialah surat al-Anfal, tetapi banyak ulama mengecualikan Surat: al-Anfal; 30).
Mengenai ayat ini, Muqatil mengatakan :”Ayat ini diturunkan di Mekkah; dan; pada lahirnya memang demikian, sebab ia mengandung apa yang dilakukan orang musyrik di Darun Nadwah ketika mereka merncanakan tipu daya terhadap Rasulullah sebelum hijrah.”
5.     Misalnya adalah surat Al-an’am .Ibn Abbas berkata ; ‘’ surah ini semuanya diturunkan  sekaligus di Mekkah, maka ia Mekkiah, kecuali  tiga  ayat dirturunkan di madinah,yaitu al-An’am ayat 151-153 ; Dan surah al-hajj adalah Makkiyah kecuali tiga ayat diturunkan di Madinah, dari firman Allah ; ‘’ inilah dua golongan yang bertengkar mengenai Tuhan mereka....’’ [surat al-Hajj ayat 19-21].
6.     Ayat-ayat yang diturunkan di Mekkah sedang hukumnya Madani:
mereka memberi contoh dengan firman Allah ;
Artinya ;
‘’ Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.’’
Ayat ini diturunkan di Mekkah pada hari penaklukan kota Mekkah, tetapi sebenarnya Madaniyyah karena diturunkan setelah hijrah; di samping itu seruannya pun bersifat umum. Ayat seperti ini oleh para ulama tidak dinamakan Makki dan tidak juga dinamakan Madani secara pasti. Tetapi mereka katakan ‘’ Ayat yang diturunkan di Mekkah sedang hukumnya Madani’’.
7.     Ayat yang diturunkan di Madinah sedang hukumnya Makki:
Mereka memberi contoh dengan surah mumthahana. Surah ini diturunkan di Madinah dilihat dari segi tempat turunnya ; tetapi seruannya ditujukan kepada orang musyrik penduduk Mekkah. Juga seperti permulaan surah al-Baqarah yang diturunkan di Madinah, tetapi seruannya ditujukan kepada orang-orang musyrik penduduk Mekkah.[6]

D.      Faedah Mengetahui Makkiyah dan Madaniyyah

Dengan mengetahui ilmu Makki dan Madani ini akan banyak membawa hikmah dan faedah serta kegunaan yang bermacam-macam antara lain:
a) Mudah mengetahui mana ayat-ayat Al-Qur'an yang turun lebih dahulu dan mana ayat yang turun belakangan dari kitab suci Al-Qur'an.
b) Mengetahui dan mengerti sejarah pensyariatan hukum-hukum Islam (Taairakhut Tasyri') yang amat bijaksana dalam menetapkan hukum.
c) Meningkatkan keyakinan orang terhadap kesucian, kemurnian dan keaslian Al-Qur'an.
d) Dapat mengetahui nasikh dan mansukh dalam al-qur’an. 










BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan

Kata al-makki berasal dari kata “Mekkah” dan al-madani berasal dari kata “Madinah”. Kedua kata tersebut telah dimasuki “ya’” nisbah sehingga menjadi al-makkiy atau al-makkiyah dan al-madaniy atau al-madaniyah. Secara harfiah, al-makki atau al-makkiyah berarti “yang bersifat Mekkah” atau “yang berasal dari Mekkah”, sedangkan al-madaniy atau al-madaniyah berarti “yang bersifat Madinah” atau “yang berasal dari Madinah”. Maka ayat atau surah yang turun di Mekkah disebut dengan al-makkiyah dan yang diturunkan di Madinah disebut dengan al-madaniyah.

Secara istilah al-makki wa al-madani berarti “suatu ilmu yang membahas tentang tempat dan periode turunnya surah atau ayat Al-qur’an, baik Mekkah ataupun Madinah”. Ayat atau surah yang turun pada periode Mekkah disebut dengan ayat/surah makkiyah dan ayat/surah yang turun pada periode Madinah disebut dengan ayat madaniyah.












DAFTAR PUSTAKA



Comments

Popular posts from this blog

Anime Girl Wallpaper

My Hero Academia:Anime Wallpapers

Boboiboy:Kaizo Wallpaper HD